We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Takdir Yang Tertulis

Takdir Yang Tertulis

  • WpView
    Reads 522
  • WpVote
    Votes 329
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 20, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Religion and Spirituality
Family Life
FOLLOW DULU SEBELUM BACA YA! ♡♡♡ ANTOLOGI CERPEN بسم اللّه الرّ حمن الرّ حيم Takdir tidak bisa diubah oleh kita, kecuali dengan amal dan do'a. Karna takdir telah ditentukan oleh Allah dari sebelum kita lahir. Kita bahkan tidak tau takdir kita esok hari. Dan kita harus tetap berprasangka baik terhadap-Nya. Karna takdir yang menimpa kita pasti itu adalah yang terbaik dari-Nya. Yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah Tuhan seluruh alam. CERITA MURNI PIKIR SENDIRI, KESAMAAN NAMA TOKOH, ALUR CERITA, NAMA TEMPAT, MURNI KEBETULAN. SEMUA YANG ADA DALAM CERITA INI HANYA FIKSI, TIDAK ADA DALAM DUNIA NYATANYA! SYUKRON Tiktok: @auliamulazzahra11 Instagram: @aulia421001
All Rights Reserved
#157
penerbitfaza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami
  • ELION (bl)
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy
  • Target Si Supir [END]
  • After the Fall
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Trouble Maker[END]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines