Satu Chapter ArkaGyan

Satu Chapter ArkaGyan

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
"Kalau dunia mengusirmu, kamarmu akan selalu ada di sini, di sebelah kamarku." Bagi Arka dan Gyan, tumbuh bersama sejak balita membuat garis antara sahabat perlahan pudar. Di siang hari, mereka menjalani rutinitas sekolah dengan Arka yang posesif dan Gyan yang sibuk dengan ambisi akademisnya. Namun saat malam tiba, di balik dinding rumah mereka yang bersebelahan, keduanya merajut hubungan rahasia berbagi ruang obrolan, semangkuk mie instan pukul dua pagi, hingga dekapan hangat di sofa bed yang sempit. Namun, kenyamanan semu itu runtuh ketika hubungan mereka mulai tercium oleh keluarga. Dihadapkan pada penolakan keras dan benturan realitas, Arka dan Gyan harus memilih: menyerah dan membiarkan cinta mereka berakhir sebagai "satu chapter" pendek yang usai, atau bertahan membuktikan bahwa rumah terbaik adalah satu sama lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Be My Wife
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Silent Traces by the Sea
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Dateline [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

More details
WpActionLinkContent Guidelines