Bagi Christy, rumah bukanlah tempat untuk pulang, melainkan sebuah labirin dingin berisi amarah dan air mata. Langkah kakinya selalu gemetar di atas lantai marmer yang megah, merekam setiap pecahan kaca dan bentakan kasar yang menggema di setiap sudut ruangan.
Semua berubah sejak malam kelam itu. Sebuah kesalahpahaman besar dan dokumen palsu meracuni pikiran Gracio, sang ayah. Lelaki yang dulu menjadi pelindung terhebatnya, kini menatap Christy dengan pandangan jijik dan menganggapnya sebagai aib-seorang anak haram hasil pengkhianatan. Sementara Shani terlalu lelah bersujud menuntut keadilan, hingga tatapan hangatnya berubah menjadi kekosongan yang mencekik.
Christy tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Ia hanya sebutir debu yang terabaikan, bertahan hidup di tengah badai rumah tangga orang tuanya, sembari menyembunyikan luka fisik dan batinnya sendiri.
Ketika lentera kebahagiaan di rumah mereka telah padam, akankah Christy mampu bertahan dalam kegelapan? Ataukah ia akan memilih menghilang, agar sang ayah tau betapa berharganya cahaya yang telah ia padamkan sendiri?
All Rights Reserved