Qiu Huanian, "sosok yang selalu berprestasi dalam hidup," bereinkarnasi ke zaman kuno sebagai seorang Ger. Tidak dicintai ayah dan ibu tirinya, ditukar dengan dua ember sorgum pada keluarga Du didesa sebelah sebagai pengantin selama masa kelaparan.
Saat ia bangun, keluarga itu hanya punya tiga gubuk jerami, dua ayam betina, dan dua anak yang kurus kering. Gosip desa mengklaim bahwa suaminya, putra sulung Du, telah menghancurkan masa depannya dan akan kembali ke rumah. Semua orang menantikan lelucon itu.
Jantung Qiu Huanian berdebar saat ia menatap wajah Du Yunse yang tenang. Sambil menggulung lengan, ia berkata, "Tidak masalah. Aku akan mendukungnya."
Du Yunse yang dipuji sebagai anak ajaib sejak usia sepuluh tahun, belajar dibawah bimbingan seorang sarjana besar selama bertahun-tahun. Terjebak dalam kekacauan setalah mentornya dipenjara, ia kembali kerumah, merasa takut melihat adiknya yang yatim piatu dan orang asing yang akan bersamanya.
Namun setibanya disana, ia melihat halaman yang rapi, adiknya yang sehat, dan seorang suami kecil yang menawa. Sang suami tersenyum hangat, mendesaknya :
"Jangan pelit kertas untuk menulis. Nyalakan lilin saat membaca. Makan daging setiap hari."
"Aku berinvestasi padamu. Setelah kamu mendapatkan nilai terbaik dalam ujian, balas budiku dengan baik."
Hati di Yunse luluh. Dia menggenggam tangan itu. " Aku akan memberimu gelar sarjana terbaik."
Membuat permen sorgum, memfermentasi tahu, menenam kapas, membeli keledai. Keluarga Du berkembang pesat, membuat iri semua orang. Ketika para pejabat tiba dengan berita ujian, Du Yunse sedang mengeringkan rambut Qiu Huanian.
Menanggapi bisikan bahwa hati Qiu tidak sepenuhnya miliknya, sarjana itu tersenyum
"Permata memilih pemiliknya. Aku akan membuktikan bahwa akulah yang ditakdirkan untuknya."
All Rights Reserved