Karena iseng memainkan ritual Bixian (Permainan Pena Arwah), ia justru memanggil seorang dewa sungguhan. Sang dewa hanya memberinya dua petunjuk:
1. Keluar dari sekolah dan berbisnis.
2. Hanya boleh bersama pria.
Petunjuk pertama masih bisa diterima, tetapi apa maksud petunjuk kedua?
Ia kemudian membuka sebuah resor pegunungan. Tanpa diduga, saat usahanya mulai berkembang, kiamat pun datang. Dengan persediaan sumber daya yang melimpah, ia memimpin para karyawannya membangun sebuah perkebunan sekaligus tempat perlindungan di dunia pasca-apokaliptik, menciptakan surga kecil bagi manusia.
Barulah ketika seorang dewa tertentu menindihnya dan memeluknya erat, ia akhirnya memahami arti petunjuk kedua.
Ternyata... dewa brengsek itu memang bukan manusia.
Panduan membaca
Tokoh utama bersikap normal, tidak genit, tidak berlebihan, dan tidak feminin; ceritanya lebih berfokus pada kehidupan sehari-hari.
Mungkin ada salah ketik dalam naskah asli; pembaca dipersilakan melaporkan jika menemukannya.
Pasangan utama adalah dewa (seme/atas) × manusia biasa (uke/bawah). Penulis menegaskan pasangan ini tetap dan tidak akan dibalik.
Cerita berasal dari imajinasi pribadi penulis. Jika ada bagian yang tidak sesuai dengan pandangan pembaca, cukup tinggalkan cerita tanpa perlu memperdebatkannya.
Tag: Kehidupan lampau dan masa kini, ruang penyimpanan pribadi (spatial storage), bertani, kiamat/pasca-apokaliptik.
Tokoh utama: Yu He (虞何) dan Feng Zixuan (封子宣).
Tokoh pendukung: Ayah Feng, Ibu Feng, Feng Zihao.
Kata kunci: Dewa, reinkarnasi/kehidupan lampau, cinta yang tumbuh karena sering bersama, protagonis pria yang licik dan penuh perhitungan.
Tous Droits Réservés