"Fei Clarista, jika bab depan novelmu masih terasa hambar seperti air putih tanpa gula, silakan bersiap untuk mengembalikan seluruh uang muka royaltimu!"
Bagi Fei, cinta hanyalah barisan kata-kata mekanis di atas papan ketik laptopnya. Bagaimana bisa dia menulis adegan romantis yang mendebarkan jika status hubungannya sendiri adalah jomblo murni sejak masih berbentuk embrio? Demi menyelamatkan karier menulisnya, dan juga dompetnya, Fei nekat melakukan sebuah eksperimen sosial yang gila: melakukan riset cinta langsung dengan mendekati cowok paling populer sekaligus paling dingin di masa kuliahnya dulu.
Targetnya adalah Saga Elvano, seorang lulusan Teknik Mesin pemilik bengkel modifikasi mewah Elvano Garage. Saga adalah definisi nyata dari tampan, luar biasa kaku, dan tidak tersentuh.
Berbekal keberanian yang naik-turun dan taktik yang sering kali berakhir konyol, Fei memulai aksi pengejarannya. Mulai dari pura-pura merusak mesin mobilnya, mengarang istilah mekanik palsu, hingga membawakan kopi di kafe demi mendapatkan nomor telepon pribadi Saga.
Awalnya, Fei mengira Saga akan langsung mengusirnya tanpa ampun. Namun, di balik tatapan matanya yang tajam dan sikapnya yang acuh tak acuh, pertahanan Saga perlahan mulai menunjukkan retakan kecil.
Setiap kali Fei mulai bertingkah pecicilan dan menggigiti jarinya karena panik, Saga hanya bisa menghela napas pasrah sambil menyisir rambut hitamnya ke belakang karena frustrasi. Dan setiap kali gadis ekspresif itu berhasil membuatnya salah tingkah, daun telinga Saga diam-diam akan merona merah hangat tanpa bisa ia kendalikan.
Dari sebuah riset palsu demi tuntutan draf bab satu, Fei tidak pernah menyangka bahwa dia justru akan tersesat di dalam labirin hangat milik sang mekanik. Ketika lembar demi lembar bab novel mulai terisi, apakah Fei sanggup menyelesaikan naskahnya tanpa melibatkan hatinya sendiri?
All Rights Reserved