We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kelana Kalandra

Kelana Kalandra

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
College and University
Slice of Life
Aku mengenal banyak rasa dan warna dalam hidup darinya. Manusia misterius yang hidupnya dipenuhi hitam-putih kehidupan. Dia yang mengenalkan aku pada petikan nada yang penuh rasa, pada syair yang bukan sekadar kata, juga petualangan rasa yang tak ada habisnya. Sepanjang 20 tahun perjalanan hidupku; aku tak pernah tahu apa itu namanya cinta apalagi rasanya memiliki kekasih. Namun, darinya aku tahu kalau cinta itu berwarna.Aku belajar rasanya jatuh cinta dan dicintai darinya. Nabastala Kalandra, manusia sederhana setengah misterius yang aku kenal di kelas puisi sewaktu sore hari. Manusia pecinta Americano dan kretek yang seringkali memakai baju abu-abu. Katanya, "hidup itu hitam dan putih An, seringkali kita juga harus menghadapi pahitnya. Bukan hanya mau jatuh cinta dengan manisnya saja." Bersama Kal aku belajar rasa, dan bersama kami kalian akan ikut merasa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines