Rumah Siap Huni

Rumah Siap Huni

  • WpView
    Reads 2,503
  • WpVote
    Votes 616
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 12 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Friends to Lovers
Slice of Life
Selamat datang di Rumah Siap Huni! Dari sini Anda bisa melihat pagar kokoh yang terbuat dari perbedaan agama, kasta, dan kepribadian antara Kalla dan Kanina. Halaman rumahnya mungkin terlalu klise, tapi coba perhatikan lagi bagian teras. Anda akan menemukan kolam renang dengan sejuta kenangan dari masa ke masa, termasuk hal-hal pahit hingga manis. Jangan sepelekan dindingnya yang bewarna monoton, sebab di balik itu ada kehangatan yang membuat Anda semakin ingin memasuki rumah ini. Sebagai informasi tambahan, untuk saat ini Rumah Siap Huni tidak mematok harga untuk kunjungan apapun. Cukup pastikan diri Anda mampu menerima perbedaan pendapat, tidak alergi dengan aroma konflik dewasa muda, serta bisa menerima apapun yang Anda rasakan setelah berkunjung. Jangan lupa infokan hunian ini ke kerabat atau sanak saudara, serta tinggalkan pesan agar arsitek dan kulinya bisa mengembangangkan Rumah Siap Huni menjadi lebih baik lagi.
All Rights Reserved
#121
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siapa yang Datang ke Pernikahanku Nanti
  • Pulang
  • Restriction
  • LOVE ME IF YOU DARE
  • Date, Prodigious Partner! [Seri 2]
  • Kesayangan
  • Drizzle
  • Menolak Asmara
  • Microcoslove
  • Gadis Kupu-Kupu

Ketika Fajar mulai membicarakan pernikahan, Gilang kembali mempertanyakan; Siapa yang datang ke pernikahannya nanti? Sungguh, Gilang sudah malas membujuk Anneke yang selalu menolak permintaannya untuk datang ke Jakarta barang sebentar. Haruskah Gilang mencari Femi yang hanya menunjukkan keberadaannya dengan kado dan banyak kiriman untuknya selama lima belas tahun ke belakang? Mustahil meminta bantuan Handoko, pria super kaya yang merasa berhak atasnya karena jasanya untuk Rumah Pluto. Lalu apa perlu Gilang menghubungi orang tua angkat yang membiarkannya pergi begitu anak mereka lahir? "Aku punya teman-teman kuliah dan rekan kerja yang mungkin mau menyempatkan diri buat datang. Tapi keluarga itu lain hal!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines