## FERAL BLOOM
"Di dunia yang menuntutnya menjadi pelindung, dia lupa bagaimana rasanya dilindungi."
Bagi anak-anak seusianya, rumah adalah tempat untuk pulang. Namun bagi **Karazell Neysandra Ladeika**, dialah rumah itu sendiri.
Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Kara dipaksa menelan pahitnya dunia lebih cepat dari siapapun. Tumbuh besar tanpa kehadiran dan peran orang tua, bahkan tanpa pernah tahu siapa dan di mana sosok ayahnya, Kara tidak memiliki pilihan selain menjadi dewasa sebelum waktunya. Keadaan telah menempa gadis SMA ini menjadi sosok yang luar biasa peka, mampu membaca luka di balik senyuman orang-orang di sekitarnya, dan selalu tahu cara menyelesaikan badai masalahnya sendiri tanpa pernah mengemis bantuan pada dunia.
Di mata teman-temannya, Kara adalah segalanya. Dia adalah tempat bersandar yang tepat, sosok yang paling mengerti mereka, dan pundak paling aman untuk menampung air mata. Kara selalu punya cara untuk menyembuhkan orang lain.
Namun, di balik topeng ketangguhan, ada sekat rapuh yang ia sembunyikan rapat-rapat. KARA adalah sekuntum bunga yang tumbuh liar di tanah gersang, dia mekar dengan indah untuk dinikmati orang lain, sementara akarnya sendiri berdarah-darah menahan beban sendirian.
Karena bagi Kara, menunjukkan kerapuhan adalah sebuah kemewahan yang tidak pernah mampu ia beli.
Ini adalah kisah KARAZELL.
Tentang pundak yang dipaksa sekeras baja, hati yang terlampau peka, dan sebuah perjalanan sunyi mencari arti "pulang" untuk dirinya sendiri.
---
"Mereka datang padaku untuk mencari kehangatan sebuah rumah, tanpa pernah tahu bahwa di dalam sini, aku sedang kedinginan sendirian."
- KARAZELL NEYSANDRA LADEIKA
All Rights Reserved