Our Little Stars

Our Little Stars

  • WpView
    Reads 31,413
  • WpVote
    Votes 2,129
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
🌟 DILARANG PLAGIAT, IDE MAHAL🌟 ​Setelah tewas secara tragis akibat pengabaian dan fitnah kejam di lini masa pertama, Daisy mendapatkan kesempatan kedua ketika waktu berputar kembali sepuluh tahun lalu, mengubahnya menjadi balita murni berusia lima tahun yang tidak ingat apa pun tentang penderitaan masa lalunya. Namun, keajaiban ini menanamkan ingatan kelam masa depan ke dalam kepala orang-orang yang didera penyesalan mendalam. Kini, mansion yang dulunya neraka berubah menjadi benteng perlindungan berlapis di mana jajaran pria posesif dan sang ibu siap menebus dosa, meruntuhkan ego mereka demi menjaga senyuman cadel Baby Daisy yang mulai bersinar menjadi bintang kecil di depan kamera.
All Rights Reserved
#5
cantik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Adiputra Family
  • Aveline Beyond Her Fate
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines