Midnight Sanctuary [ON GOING]

Midnight Sanctuary [ON GOING]

  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 4, 2026
Terkadang takdir mempertemukan dua orang pada waktu yang salah dan dalam keadaan yang jauh dari sempurna. Seorang wanita asing yang sedang diburu. Seorang pria yang seharusnya tidak ikut campur. Namun satu keputusan sederhana untuk menolongnya membuat pria bernama Osman Bakirci terjebak dalam pusaran rahasia, kebohongan, dan bahaya yang perlahan mengubah hidupnya selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REDVEIL [HIATUS]
  • REN
  • LA FEDELTÀ
  • SADISTIC NIGHT
  • Heavenly Adoration [Complete]
  • [PROSES REVISI] Chaos beneath the sweet [Shattered Masks]
  • CAELUM
  • SHADOW OF WARREN
  • DARK LOVE BLOSSOM
  • Bound By Vow

•Follow before reading• ⚠️18+, please be wise⚠️ _______ "Kau terluka?" Tanya itu jatuh seperti logam di atas meja marmer. Datar. Penuh kendali. Tapi tidak bisa menutupi bahwa ia memperhatikan. Ruel mengangkat dagunya sedikit. Bibirnya tersenyum tipis, sarkastik dan manis dalam satu waktu. "Tentu tidak. Ini hanya kebiasaan keluarga kami, berjalan dengan satu kaki seperti bangsawan abad pertengahan." Nada suaranya ringan, tapi tubuhnya jelas gemetar. Kulit di pergelangan kakinya merah menyala. Lecetnya cukup dalam untuk membuat pelayan pingsan. Tapi ia tetap berdiri, tetap tak mau bersandar. Bahkan ketika jemari tangan kirinya sudah sedikit menggenggam sisi dinding, seperti penyair yang menahan beban dunia di bahunya. Rheon memandanginya lama. Tidak bergerak. Lalu ia berkata singkat, dingin, namun suaranya lebih rendah dari sebelumnya. "Kebiasaan itu tampaknya menyakitkan." Ruel tertawa kecil, padat dan sinis. "Kau tak tahu apa-apa soal seni, Tuan Valegard." _______ "Kau tidak suka disentuh orang, bukan?" gumam Rheon. Ruel terdiam. "Jadi kenapa membiarkanku menyentuhmu sekarang?" lanjutnya, tanpa menatap wajahnya. Start: 11 Mei 2025 End: -

More details
WpActionLinkContent Guidelines