AGOVA: PERFECT SENIOR

AGOVA: PERFECT SENIOR

  • WpView
    Reads 2,253
  • WpVote
    Votes 434
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2026
Alea, mahasiswi baru Teknik Informatika, tidak pernah mengira bahwa hari pertama masa orientasi akan membuatnya berurusan dengan Agova, kakak tingkat Teknik Sipil yang menjadi anggota Komisi Disiplin (KOMDIS). Gara-gara atribut yang tidak lengkap, ia tidak mengenakan dasi, Alea harus rela menjadi pusat perhatian Agova. Namun, ternyata perhatian Agova tidak berhenti sampai di sana. Bukan karena ingin menghukum, Agova justru menunjukkan ketertarikan yang membuat hari-hari Alea di kampus menjadi jauh dari kata membosankan. Bagi Agova, Alea adalah dunianya yang baru. Di balik sikap tegas dan protektifnya, Agova membuktikan bahwa ia adalah senior yang paling tulus dalam menjaga orang yang ia sayangi. __ DILARANG PLAGIAT!! Start: 23/06/2026 End: - Cover by. Pinterest. 🏅rank #2 - senior [24/06/2026] 🏅rank #10 - fiksiremaja [28/06/2026] 🏅rank #1 - kuliah [19/07/2026]
All Rights Reserved
#10
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • My Celestia [ON GOING]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Be My Wife
  • The Villain Mother
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Hello, KKN!
  • Pawang Hantu Om Aktor

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines