Accidentally You

Accidentally You

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
Hari pertama di sekolah baru mempertemukanku dengan seorang cowok berambut silver yang cuek dan misterius. Awalnya kupikir kami tidak akan pernah berhubungan, sampai takdir terus mempertemukan kami di setiap langkah." Notes: Di ff ini tu era modern ya guys jadi ngga nyambung ama anime nya tapi mungkin disini aku bakal bikin kalau killua tu bukan org yang biasa biasa ygyᰔᩚ (Reader POV / Y/N × Killua Zoldyck) Hunter x Hunter dan seluruh karakternya adalah milik Yoshihiro Togashi. Alur cerita ini hanyalah fanfiction yang dibuat untuk hiburan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines