🚨 BENTAAARRRR, disclaimer dulu yaaa 🚨
cerita ini b aja, mending baca yg lain yeee. sangat diperbolehan banget kalo mau ngintip. simple aja pesen gue "kalo suka vote, kalo ga suka yaudah. mau ngoceh, ngasih opini, kesel sama tokohnya, bikin teori, atau sekadar numpang ketawa bisa komen or react, life is simple blaaayyy, happy reading ALL!
satu lagi ya...
tolong banget kerja samanya nih ye biar enak, tolong jangan diplagiat, jangan direpost (dibikin konten buat rekom GAPAPA BANGET), terus jangan di-AI-AI-in buat dijadiin cerita lain, atau dipakai tanpa izin.
gue orangnya males buat ribet, jadi jangan bikin kita sama-sama ribet yaa. simplenya, saling menghargai karya orang. big THANKS 🤝
dah gitu aja y
kecup basah "emuaaahh" 💋💋💋
🆗🆙 🆗🆙 🆗🆙 🆗🆙
SINOPSIS:
Sydney selalu terasa sama bagi Gigi.
Kota yang ramai, lampu-lampu yang tak pernah benar-benar padam, dan hari-hari yang berlalu begitu saja.
Setidaknya, sampai sebuah pertemuan tak terduga membuatnya melihat semuanya dari sudut pandang yang berbeda.
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, Gigi perlahan menemukan sesuatu yang tidak pernah ia sadari sedang ia cari. Bukan jawaban. Bukan pelarian. Bukan seseorang yang selalu tahu harus berkata apa.
Melainkan kehadiran yang menenangkan.
Seseorang yang membuat diam tidak terasa canggung. Yang membuat malam-malam panjang terasa lebih singkat. Yang mengajarkannya bahwa tidak semua rasa lelah harus disembuhkan dengan cerita panjang atau keluh kesah.
Terkadang, cukup dengan duduk berdampingan dalam keheningan, lalu memandangi lampu kota dari sebuah jendela.
Dan entah sejak kapan, hal sederhana itu mulai terasa seperti rumah.
"Not every kind of comfort comes from words."
"Sometimes, it comes from the person who stays."
All Rights Reserved