Kupu-Kupu dalam Sangkar Besi
Bagi Linda, kehormatan hanya bisa dibeli dengan uang. Itulah salah satu hal yang dia pelajari selama tinggal di lingkungan Gang Lampu Kuning. Seperti ibunya, Mayang, yang menjajakan dirinya demi memenuhi kebutuhan hidup. Linda hidup di balik stigma kupu-kupu malam yang membuatnya selalu dirundung dan tak pernah mendapat keadilan. Linda percaya bahwa dia tidak akan pernah dihargai jika tetap tinggal di sana, sampai pertemuannya dengan Wisnu membawa secercah harapan.
Keinginannya untuk kabur dari bayang-bayang Gang Lampu Kuning membuatnya terpikat pada Wisnu, pria paruh baya yang menawarkan segala hal yang diinginkan Linda. Wisnu membuatnya merasa dihargai dan dicintai, seolah Linda adalah gadis istimewa, bukannya anak dari seorang wanita penghibur. Saat hubungan Linda dan Mayang tidak kunjung membaik, Linda akhirnya mengambil keputusan besar yang akan mengubah hidupnya, yaitu pergi meninggalkan kehidupannya yang lama dan memulai kehidupan yang baru di dalam rumah mewah milik Wisnu.
Namun, semakin lama tinggal di sana, Linda menyadari bahwa rumah itu bukanlah rumah yang selama ini dia bayangkan. Rumah itu adalah sangkar besi yang membuat Linda bukan hanya kehilangan kebebasan, tetapi juga dirinya sendiri. Dan saat Linda menyadari hidupnya terancam, mungkin sudah terlambat untuk pergi.