Pada tahun 2019, ketika langit dunia tertutup oleh bayang-bayang virus, Barso berjalan di antara manusia dengan topeng kebaikan yang sempurna. Dia memiliki sifat yang sangat lembut, wajahnya setenang air, membuat siapa pun percaya dia adalah malaikat. Namun, di dalam kedalaman jiwanya, terdapat kegelapan yang mendidih. Dia memiliki paranoid yang menakutkan, sebuah dunia batin di mana dia adalah penguasa mutlak, yang merancang kehancuran hanya untuk memuaskan rasa sakit di hatinya.
Amurai adalah gadis yang jahat, sungguh jahat, tidak ada setitik pun kelembutan dalam hatinya. Dia melihat Barso dengan mata yang memicing penuh penghinaan, berpikir bahwa Barso adalah pria lemah yang membencinya. Maka, Amurai dengan sengaja bertindak acuh tak acuh, dia berlari mengejar pria populer yang sombong, dan memulai perang saraf yang sengit dengan musuh bebuyutannya, Vita, demi mendapatkan pengakuan.
Amurai tidak mengerti, setiap kali dia tertawa bersama pria lain, Barso di sudut gelapnya sedang melakukan pembersihan jiwa yang kejam. Barso tidak ingin menyentuh dunia nyata, dia hanya menikmati skenario di mana dia menghancurkan dunia agar Amurai tetap tinggal di sisinya.
"Dunia mungkin sedang sekarat karena wabah," Barso berbicara pada bayangannya sendiri dengan senyum yang tidak sampai ke mata, "tapi perasaan ini... seperti racun yang merambat di pembuluh darahku, membuatku tidak bisa lagi membedakan antara cinta dan kehancuran."
Bagi Barso, Amurai adalah mangsa yang tidak sadar. Bagi Amurai, Barso hanyalah debu yang tidak berarti. Namun, di tahun yang penuh ketakutan ini, siapa yang sebenarnya lebih kejam?
Todos los derechos reservados