We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kata yang Bernyawa

Kata yang Bernyawa

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Love Triangle
Slice of Life
**Kata yang Bernyawa** Bagi Tisha, *Ataraxia*-kosakata Yunani tentang jiwa yang mutlak tenang, dingin, dan bebas dari emosi-bukan sekadar barisan kata mati di dalam novel masa SMA-nya. Kata itu memiliki detak jantung, berwujud nyata, dan bernama Raga. Seseorang yang hidupnya begitu lempeng, apatis, dan tak pernah menoleh ke arahnya. Empat tahun berlalu, takdir jenaka dari orang tua justru mengikat mereka dalam satu garis lurus. Tisha yang hobi mengacaukan suasana dipaksa berhadapan langsung dengan sosok yang menjadi sinonim dari ketenangan mutlak itu. Ini bukan lagi tentang membaca lembaran fiksi, melainkan tentang bagaimana Tisha menjadi anomali yang mengusik, mengomeli, dan perlahan meniupkan emosi ke dalam hidup Raga yang datar. Karena terkadang, takdir tidak mempertemukanmu dengan apa yang kamu rencanakan, melainkan dengan sebuah kata mati yang mendadak menjelma menjadi manusia yang bernyawa.
All Rights Reserved
#753
dilema
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines