No Need To Be Perfect

No Need To Be Perfect

  • WpView
    GELESEN 75
  • WpVote
    Stimmen 14
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Juli 11, 2026
WpInfo
Fanfic
Romantik
Aethera High School, sekolah yang berisikan Siswa dan Siswi yang cukup terkenal entah itu karena prestasi, kemampuan, dan kesempurnaan. tetapi tidak dengan gadis bernama Zayne Axevelia Arkatama, nama nya cukup terkenal karena sering terkena perundungan dan pencemaran nama baik nya hanya karena suka menyendiri di Perpustakaan.. Atau... Karena dekat dengan lelaki bernama Revano Keanzo Alexanderro, lelaki yang terkenal karena posisi nya sebagai ketua tim Taekwondo, parasnya yang cukup tampan dan, baik yang selalu menolong seseorang termasuk Zayne..? Padahal mereka tidak pernah dekat, berbicara, ataupun berteman..... Penasaran cerita nya bagaimana? Ayo baca cerita nya☺
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Love me or die
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • SAIRISH
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Possessive Male Lead
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Obsession Overdose
  • Given || Ju Jihoon
  • Tetaplah Di Sisiku, Perawat...

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien