The Stolen Promise

The Stolen Promise

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Second Chance
Slow Burn
Bagaimana jadinya jika sesuatu yang paling berharga milikmu dicuri- bahkan sebelum kamu sadar itu pernah menjadi milikmu? Esther menghabiskan dua belas tahun terakhirnya menyimpan satu nama di hatinya. Nama yang dia baca dari gerak bibir seorang bocah, tepat di bawah kembang api Vienna, malam sebelum dia menghilang tanpa jejak. Sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali, di antara rak-rak sunyi sebuah perpustakaan. Dan segalanya terasa seperti jawaban dari pertanyaan yang sudah terlalu lama menggantung. Tapi tidak semua jawaban membawa kebenaran. Dan tidak semua yang kembali benar-benar pernah pergi. Esther baru akan menyadari itu ketika sudah terlambat. "Tentu saja banyak yang berubah. Ini sudah dua belas tahun berlalu."
All Rights Reserved
#282
firstlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines