FORMULA CINTA SEJATI: ANTARA DATA, HATI DAN PENAWAR RASA

FORMULA CINTA SEJATI: ANTARA DATA, HATI DAN PENAWAR RASA

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
"Dighosting rekan kerja satu kantor? Balas dendam terbaik bukan melabraknya, tapi menaikkan jabatanmu sampai dia harus mengemis kuota barang kepadamu." Elea mengira dunia angka inventaris dan sistem ERP di Zetta Group adalah tempat teraman untuk bersembunyi dari rasa sakit hati akibat ulah Julian. Bertekad bangkit bersama Nara, sahabat karibnya, Elea merombak total penampilannya dan melejit menjadi Manajer Logistik Global yang dingin dan disegani. kendali penuh Elea atas hidupnya kembali diuji. Sebuah insiden kecil di koridor klinik estetika mempertemukannya dengan dr. Elian, Sp.D.V.E. Sebagai dokter spesialis sekaligus direktur operasional yang mapan, Elian hadir dengan mature masculine energy dan komitmen sebagai pria provider sejati. dia tidak hanya menawarkan janji manis, melainkan konsisten memasang badan untuk melindungi Elea mulai dari menghadapi amukan ritel raksasa, mengawal regulasi ekspor yang rumit, hingga mendampinginya di masa kritis rumah sakit. Di tengah pusaran bisnis kosmetik internasional dan kembalinya masa lalu, sanggupkah Elea meracik formula cinta sejatinya?
All Rights Reserved
#15
ceritawattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines