SAYAP PERISAI
"BERDIRI LO!" teriak Aran. Emosinya tak lagi dapat terkendalikan.
" Sabar ege, Lo nendang perut gue nggak ngasih aba-aba," dengan susah payah Fabian memaksa tubuhnya berdiri. Ia memegang perutnya yang terasa berdenyut-denyut akibat tendangan keras dari Aran.
" Lo pikir gue bakal takut sama Lo? Di dunia ini yang gue takutin cuma tiga," Fabian terdiam sejenak, mencoba mengatur napasnya yang ngos-ngosan.
" Pertama, Allah SWT, kedua Mak bapak gue, dan ketiga buk Helisma bohay,"
" Lo anjing-anjing bertiga cuma kacang doang," ucapan Fabian barusan mampu membuat emosi ketiga Laki-laki itu meledak.