Yellow Dress menceritakan tentang impian pernikahan seorang penulis terkenal asal Meksiko, namun impiannya harus ia kubur dalam karena suatu hal yang ia relakan dalam hidupnya. Hal tersebut membuat dirinya kian merasa menjadi wanita yang tidak utuh.
Wanita tersebut lebih mementingkan perasaan pasangannya di masa depan, daripada perasaannya sendiri yang kian hancur melebur ditiap detik waktu yang berdetak. Menemukan sebuah fakta yang memukulnya mundur dari impian kecil, ia merelakan dengan tulus dan menerima takdirnya... walau dengan perlahan.
Kilas balik, 17 tahun yang lalu.
"Maroon, jika kamu menikah nanti, kamu ingin mengenakan gaun warna apa?" tanya seorang anak laki-laki di samping gadis bernama Maroon.
Gadis kecil itu memasang ekspresi bingung, "bukankah kita terlalu kecil untuk memikirkan itu?" tanyanya.
Anak laki-laki itu hanya tersenyum lalu berkata, "iya. Tapi, tak ada salahnya untuk kamu menjawabnya kan?" balas anak laki-laki itu sambil memiringkan kepala menatap gadis kecil di sampingnya.
Maroon mengangguk kecil, lalu ia berfikir sejenak.
"Eum.. karena aku menyukai warna kuning, jadi aku ingin pakai gaun warna kuning yang indah!" balasnya riang. Anak laki-laki di sampingnya ikut tertawa.
"Wah! Pilihan yang keren! Seleramu unik juga, ya. Kalau kamu menikah nanti, jangan lupakan aku, ya!" balas anak laki-laki itu.
"Tapi, jika aku ingin menikah denganmu apakah boleh?"
.
.
Selamat membaca, teman.
All Rights Reserved