Sagatheia
"Sekali lo memutuskan buat masuk ke hidup gue, dan setelah gue tahu lo 'seberani' ini... gue bukan tipe cowok yang bakal ngelepasin apa yang udah jadi milik gue."
Sagara menatap intens ke bibir Theia, lalu kembali ke mata gadis itu. "Kalau lo mau main-main sama api, jangan pernah berharap gue bakal biarin lo pergi dengan selamat. Sekali lo masuk, lo nggak akan bisa keluar lagi. Paham?"
Theia tidak mundur. Ia justru tersenyum manis, senyum yang sama yang membuat Sagara merasa dunianya kacau balau. "Siapa juga yang mau pergi?"
Sagara Reinaldi Elvano. Hidupnya adalah dinginnya aspal jalanan, tajamnya luka, dan raungan mesin geng motor Abyssos yang ia pimpin dengan tangan besi. Di balik jaket kulit dan reputasi sebagai penguasa sekolah yang ditakuti, ia menyembunyikan sisi rapuh yang hancur berantakan--sebuah rahasia kelam yang selalu terkubur rapat di balik topeng keberanian yang kejam.
Hingga badai malam itu mempertemukannya dengan Aletheia Sheiravina Prajasmara. Gadis itu adalah definisi dari segala hal yang tidak dimiliki Sagara; kehangatan keluarga yang sempurna, kehidupan yang tenang, dan aroma manis stroberi yang selalu membalut hari-harinya. Kehadiran Theia adalah peringatan berbahaya, cahaya yang secara tidak sengaja mengintip ke dalam lubang hitam jiwa Sagara.
Kini, mereka terjebak dalam permainan yang rumit: Sagara yang berjuang mati-matian agar dunianya tetap tersembunyi, dan Theia yang justru tertarik untuk membedah luka tersebut.
Apakah cahaya Theia sanggup menuntun Sagara pulang, atau justru kegelapan Sagara yang akan menarik Theia ke dalam kehancuran selamanya?
-SEQUEL OF AGASTHYA-