Siapa sangka kita yang telah diberi kehidupan bebas di dunia malah merasa hancur oleh keadaan sampai merusak mental.
Arifa, seorang anak perempuan kedua yang menggantikan posisi kakak laki laki nya yang sudah meninggal saat baru melihat dunia selama 7 hari. Sebelum Arifa muncul ke dunia yang penuh kejahatan.
Banyak yang bilang jika anak kedua adalah posisi yang cukup berat, namun itu tergantung pada keadaan masing masing.
Banyak yang bilang orang tua adalah rumah ternyaman, ayah adalah sandaran ternyaman untuk anak perempuan, yang juga merupakan pelindung untuk keluarga nya. Namun, semua yang didengar oleh Arifa justru sebaliknya.
Ia memilih untuk terus berada di luar dari pada harus berada di rumah yang penuh luka, dan ia memilih untuk terus menjauh dari seorang ayah yang merupakan trauma bagi nya.
Bagi Arifa, pergi keluar rumah justru lebih menenangkan dan membuatnya terasa bebas. Tiada rumah yang bisa membuat ia nyaman, tiada orang yang bisa terus bersama dengan nya. Kesendirian dan kesepian adalah tempat ternyaman untuk nya.
Inilah kisah sang anak yang berusaha terus menjalani kehidupan yang penuh luka.
All Rights Reserved