Bandung Dan Kita [Segera Terbit]

Bandung Dan Kita [Segera Terbit]

  • WpView
    Reads 1,459
  • WpVote
    Stimmen 793
  • WpPart
    Teile 25
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Aug. 29, 2026
WpInfo
Belletristik
Romantik
Slice of Life
Semuanya dimulai dari hal-hal kecil. Obrolan receh di pojok kelas, jalan pulang bersama, serta hadirnya Rayhan yang selalu ada tanpa perlu banyak kata. ​Rhea tak pernah mempertanyakannya. Tapi perlahan, perhatian tanpa suara itu menjebak Rhea dalam sebuah kebiasaan. Dan ketika perasaan itu terlanjur dalam, ketakutan terbesarnya bukanlah tentang bagaimana rasa ini bermula... melainkan bagaimana jika suatu hari semuanya harus usai. ​"Tanpa rencana, tanpa aba-aba-kita berubah jadi sesuatu yang ingin dipertahankan."
Alle Rechte vorbehalten
#148
penerbitfaza
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Retak Yang Tak Terlihat
  • Class of Chaos
  • FORGET ME NOT
  • [II] Ex: Hiraeth || Lee Jeno✔
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]
  • Petaka Dreamcatcher (time travel fanfic)
  • GAMTAN {gagal mantan} || Segera Terbit
  • SE 34
  • ADU RAYU [SEGERA TERBIT]
  • 3.265 MDPL : The Day We Made It

"Mah... Pah... bisa ga stop berantemnya", teriak Ayna. "Kamu diam Ayna!", teriak ayahnya "Pahhhh!!!!....", teriak Ayna di depan ayahnya. "Kamu sudah berani ya sekarang?", ujar Ayahnya yang mulai mengarahkan pukulan tangan kepada Ayna. Ayahnya mengangkat tangan kepada Ayna, yang tiba-tiba terhenti dan Ayna yang tidak takut langsung maju di depan mamahnya, lalu meninggikan suaranya. "kenapa pah?, kalau mau pukul, pukul saja sekarang!, kalau perlu bunuh Ayna sekalian.", ujar Ayahnya. "kamu...", ucap Ayahnya. "Apa?", tanya Ayna yang tetap bertanya di depan Ayahnya. "Ayah mau pukul Ayna kan?, pukul pah, bukannya papah sudah biasa ya pukul Ayna, kenapa berhenti ya", ucap Ayna. Ayahnya hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari anak perempuannya. "Dari Ayna kecil sampai Ayna besar, kalian terus saja berantem, apa ga malu mah pah, Ayna sudah besar, Ayna bukan anak kecil lagi... Ayna malu pah mah....", ucap Ayna, "Dek...", ucap kakaknya. "Apa kak?", tanya Ayna. "Kalau semisal kalian cuma mau berantem, kenapa kalian menikah?", tanya Ayna. "KENAPA!!!, JAWAB!!", teriak Ayna yang suaranya memenuhi satu ruangan. "...." Namun, sayangnya papah dan mamahnya hanya bisa terdiam dengan ucapan Ayna yang tak pernah mereka bayangkan. Bahwa anak perempuannya bisa mengutarakan satu hal yang membuat mereka berpikir sejenak. Hai Guys... Kembali lagi dengan author, sekarang author lagi menyusun sebuah cerita baru "RETAK YANG TAK TERLIHAT", kira-kira bagaimana ya guys lanjutannya?, kalau kalian mau tahu lanjutannya pantengin terus ya cerita author... Love you very much guys yang excited baca ceritaku, anyway, maaf ya guys aku belum bisa lanjutin novel satunya karena aku lagi berjuang buat lomba xixixi.... tapi tenang saja sebagai gantinya, kalian boleh baca cerita ini, karena cerita ini akan author tamatkan terlebih dahulu yaa... HAPPY READING SEMUAA....

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien