MELODY UNTUK DIA

MELODY UNTUK DIA

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Bagi Sean Bumintara, musik adalah masa lalu yang penuh memar dan ruang makan yang mendadak sunyi. Trauma masa kecil mengunci jemarinya dari senar gitar, memaksanya hidup sebagai kasir paruh waktu yang mati rasa. Dia mengira nadanya sudah lama mati-sampai malam itu, Melody Zivalyra datang menerobos pintu kafe dengan kertas aransemen yang berantakan. ​Melody bukan keajaiban yang menyembuhkan Sean dalam semalam. Gadis itu hanyalah manusia biasa dengan ambisi, kecemasan, dan selembar notasi yang membawa Sean kembali pada rasa perih yang telanjur dia kubur dalam-dalam. Ini adalah kisah tentang dua orang asing yang perlahan berjalan beriringan di antara sisa trauma, aroma kopi malam hari, dan pencarian sebuah melodi yang hilang. ​"Kalau kamu takut megang gitarnya sendirian, biar aku yang pegang kertas musiknya. Kita mulai dari awal." Start : 2026.06.24
All Rights Reserved
#455
puitis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines