Apa jadinya jika delapan mahasiswa borjuis dari universitas ternama di ibukota dideportasi-maksudnya, ditugaskan-ke sebuah desa terpencil di ujung timur Pulau Jawa untuk program KKN reguler? Jawabannya: bencana sosial yang dibungkus tawa.
Dipimpin oleh Marvin, ketua kelompok yang tegas, disiplin, dan agak kaku, mereka harus bertahan hidup di tengah minimnya sinyal dan fasilitas. Mulai dari Ayla, selebgram hits yang hobi yapping tapi mendadak kehilangan hobinya yang menghasilkan pundi-pundi Rupiah karena susahnya sinyal; Vionika, si jenius Fisika yang hobi ngegas; Wahyu, bendahara pelit yang super kalkulatif; hingga Jeno, si paling arsitek komedi yang selalu punya pasokan jokes garing pereda stres. Jangan lupakan juga ada si cantik, Cinta yang sayangnya agak lemot, dan Gilang si anak band kampus yang keren, serta Figo, mahasiswa berprestasi dari prodi Hukum yang tutur katanya selembut sutra.
Di balik peluh menjalankan program kerja, posko KKN berubah menjadi ladang intrik. Ada romansa berupa modus pendekatan yang berjalan merayap.
Situasi makin kritis saat ego masing-masing anggota mulai berbenturan dengan penolakan keras dari warga desa dan provokasi pemuda lokal. Mampukah delapan kepala egois ini menurunkan gengsi mereka demi kelulusan nilai SKS, atau justru KKN ini berakhir menjadi ajang perang saudara?
DISCLAIMER!
Karya ini adalah cerita fiksi yang secara keseluruhan isinya merupakan karangan penulis, bukan berdasarkan kisah nyata. Jika ada kesamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun yang lainnya, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Todos os Direitos Reservados