Prolog: Cinta di Ujung Pisau
Yang Jungwon lahir dalam darah dan kekuasaan. Kim Sunoo terlahir sebagai korban perdagangan manusia. Ketika takdir mempertemukan mereka, itu bukan awal dari dongeng, melainkan babak baru dari tragedi.
Di antara transaksi dingin, kekerasan keluarga mafia, dan luka masa lalu yang tak pernah sembuh, tumbuh sebuah cinta yang mustahil. Cinta yang tidak menyembuhkan, tapi menenangkan. Cinta yang tidak menyelamatkan, tapi menerima.
Mereka adalah dua pecahan kaca yang tajam; saat bersatu, mereka saling melukai, namun juga memantulkan cahaya paling indah sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.
Ini adalah kisah tentang pengorbanan terakhir. Tentang bagaimana seseorang rela menghapus ingatan, bahkan nyawanya sendiri, hanya agar orang yang dicintainya bisa menemukan kedamaian.
Bukan tentang "selamanya bersama". Tapi tentang "selamanya mengingat", bahkan ketika dunia telah lupa.
All Rights Reserved