Bagi dunia luar, nama Calista Maharani mungkin terdengar indah. Namun di balik dinding megah keluarga Bramanta, ia tak lebih dari sekadar coretan salah tempat-sebuah rahasia kelam yang lahir dari dosa perselingkuhan. Sejak usia sepuluh tahun, Calista dipaksa hidup dalam pengabaian, bernapas di tengah kemewahan yang mencekik bersama ayah kandungnya dan sisa-sisa duka yang ditinggalkan istri sah sang ayah. Ia diterima, tetapi ditiadakan. Sembilan tahun bertahan dalam sunyi, dinding keangkuhan yang dibangun Calista akhirnya runtuh bersamaan dengan meledaknya skandal masa lalu di hadapan publik. Saat Rose-kakak tirinya yang selalu dipuja bak malaikat-sudah dinyatakan sebagai pewaris mutlak, Calista justru melangkah maju. Dengan sepasang bola mata cokelat yang tajam dan dingin, ia berdiri di bawah lampu kilat media. Bukan untuk meminta belas kasihan, melainkan untuk menuntut haknya sebagai pewaris Bramanta. Ia haus posisi. Ia haus pengakuan.
Più dettagli