RASA YANG TAK DIBUATKAN

RASA YANG TAK DIBUATKAN

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 24, 2026
Di sebuah rumah yang terlihat baik-baik saja, tidak ada piring yang pecah. Tidak ada pintu yang dibanting. Tidak ada luka yang terlihat. Hanya ada seorang ibu yang lelah. Seorang ayah yang lelah. Dan anak-anak yang tanpa sengaja menjadi saksi ketika dua orang dewasa sama-sama kehabisan tenaga untuk saling memahami. Semua bermula dari permintaan sederhana yang seharusnya tidak berarti apa-apa. Namun, seperti retakan kecil pada kaca, sesuatu yang selama ini dipendam perlahan melebar hingga akhirnya sulit disembunyikan. "Rasa yang Tak Dibuatkan" adalah kisah tentang lelah yang tak terucap, tentang diam yang lebih menyakitkan daripada amarah, dan tentang rumah yang dari luar terlihat hangat, tetapi menyimpan kesedihan yang tak pernah diceritakan kepada siapa pun. Karena kadang, yang paling kita butuhkan bukan solusi. Hanya seseorang yang bertanya, "Kamu baik-baik saja?"
All Rights Reserved
#33
lifestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar
  • One Shot 21+
  • Transmigrasi Little Mommy
  • Stressed.
  • Teman Kecilku
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Transmigrasi Gio End
  • the protective myhusband
  • Mas Masinis
  • Daddy's Little Sunshine
Laskar

Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Levi dan Aralie dengan tiga anak misterius yang mengaku sebagai anak mereka: Rachel, Mikhail, dan Intan. Kehadiran ketiganya membawa banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mulai dari kedekatan mereka dengan Levi dan Aralie, kebiasaan-kebiasaan yang terasa begitu akrab, hingga sikap mereka yang menyimpan kesedihan di balik senyum polosnya. "Ternyata seseorang bisa begitu berarti, bahkan sebelum aku sempat menyadari kalau aku membutuhkannya." - Aralie Abigail Maheswara - "Aku tidak pernah menyesali memilih kalian. Yang aku sesali hanya tidak pernah cukup berani menunjukkan betapa aku mencintai kalian." - Michael Levian Laskar -

More details
WpActionLinkContent Guidelines