Papi Gaul 2
  • WpView
    Reads 476
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2026
Penyesalan datang padanya ketika Athar berhadapan dengan kematian. Kematian penuh penyesalan itu justru membawanya pada kehidupan kedua, membuat Athar menebus semua kesalahannya serta waktu yang telah ia dan anaknya lewatkan di kehidupan pertama. "Abang sulung mau ke mana, ih?" "Kenapa Papi kepo? Bukan urusan Papi." "Wah, main-main nih bocah. Yang sopan sama Papi! Mau papi potong uang jajan kamu?" "Atlas bukan bocah, Pi!" "Bukan bocah apanya. Di mata Papi masih bocah yang berlindung di bawah ketiak Papinya." "AKHH! BAU, PI! LEPAS, AKU KECEKIK-HUEKKK!" "NGAHAHAHAHA!"
All Rights Reserved
#471
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAKA
  • KETIKA AYAH BUKAN AYAHMU
  • BLIZZARD ICE ALFAREZI DE'NOVA (END✔ S1)
  • Tuan Muda's Reyes (END)
  • Haru dan Rahasianya
  • New Life || Brayden
  • Crazy Papa!
  • Si Sulung~
  • Gavindra Kaelio Argantara
RAKA

Raka, seorang remaja 15 tahun, terbangun di masa lalu. Tiga tahun sebelum kematiannya yang tragis. Ia tahu akhir hidupnya akan menjadi titik kehancuran, bukan hanya bagi dirinya, tapi juga bagi keluarga yang tak pernah benar-benar melihatnya. Dalam tubuh yang masih muda, ia membawa luka dari masa depan dan tekad untuk mengubah segalanya. Tapi bukan dengan harapan, melainkan dengan strategi. Ia berpura-pura sakit, berpura-pura rapuh, menjadikan kelemahannya sebagai senjata untuk membungkam anak angkat yang telah memecah keluarganya. Di rumah itu, ada empat kakak laki-laki yang dulu ia kagumi, kini menjadi bayangan dingin yang tak lagi peduli. Orang tuanya pun telah termakan hasutan, menjadikan Raka sebagai bayangan yang tak layak diperhatikan. Namun kali ini, Raka tidak akan mati dalam diam. Ia akan hidup kembali, dan setiap langkahnya adalah permainan waktu, rasa sakit, dan kebenaran yang dipelintir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines