Theodore Rosier adalah siswa kelas dua di salah satu SMK elite Jakarta yang terkenal karena tiga hal: kaya, tampan, dan bikin masalah.
Mulai dari nyoret tembok sekolah dengan gambar meme absurd, masukin micin ke kopi guru olahraga, nyebarin info libur palsu yang bikin setengah sekolah datang pakai baju bebas, sampai insiden legendaris yang membuat kepala sekolah hampir botak karena eksperimen "hair tonic" racikannya sendiri.
Singkatnya, Theodore adalah bencana alam yang berjalan menggunakan dua kaki.
Anehnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar berani menghukumnya.
Bagaimanapun juga, Theodore adalah putra tunggal keluarga Rosier, pemilik perusahaan minyak terbesar di Asia Tenggara.
Setidaknya, begitulah hidup Theodore sampai suatu pagi saat ia telat masuk sekolah.
Bukannya disambut satpam langganan yang bisa diajak kompromi, gerbang sekolah justru dijaga oleh seorang gadis cantik bermata biru keabu-abuan yang langsung membuatnya terpaku.
Sayangnya, alih-alih jatuh hati pada pandangan pertama, gadis itu malah memberinya surat pelanggaran.
Namanya Claudine van Brandt.
Ketua OSIS, siswi teladan, keturunan bangsawan Belanda, dan orang kedua setelah Marvin-sahabat Theodore-yang berani menegur, menghukum, bahkan mengancamnya tanpa rasa takut.
Sejak saat itu, hidup Theodore yang damai berubah menjadi penuh kekacauan.
Karena ternyata mengejar hati seorang ketua OSIS jauh lebih sulit daripada mengejar nilai sempurna.
Dan yang lebih parah...
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Theodore Rosier tidak tahu harus berbuat apa.
Selain membuat masalah yang lebih besar.
All Rights Reserved