"Dunia berkata kami ditakdirkan menjadi musuh. Namun mereka lupa... kami terlahir sebagai saudara." Dilahirkan di bawah langit Gerhana Merah, Asterion dan Alfandria adalah lambang dari sebuah cinta yang terlarang. Mereka membawa darah campuran dari dua penguasa terbesar Benua Elarion: Wangsa Valerius dari Kerajaan Vampir Krovos, dan Wangsa Noctevia dari Kerajaan Elf Vaeloria. Dua bangsa yang telah saling membenci dan berperang selama berabad-abad.
Selama lima tahun, mereka dibesarkan dalam kehangatan sebuah keluarga kecil yang tersembunyi dari kejamnya dunia. Belajar sihir bersama, tertawa di bawah rintik hujan, tanpa tahu bahwa kedamaian mereka sedang dihitung mundur. Hingga malam berdarah itu tiba.
Konspirasi politik dari balik bayang-bayang menghancurkan rumah mereka dalam sekejap. Kedua orang tua mereka direnggut, dan si kembar dipisahkan secara paksa di tepi Danau Lunastra. Asterion dibawa ke Kerajaan Krovos untuk dididik menjadi pangeran malam yang kejam. Sementara Alfandria ditinggalkan di Vaeloria, ditempa menjadi Putri Mahkota yang berhati dingin.
Dunia memaksa mereka melupakan asal-usul mereka, menghapus kasih sayang, dan mempersiapkan mereka untuk satu tujuan: saling membunuh di medan perang. Namun, di balik baju zirah dan topeng yang mereka kenakan, ada sebuah janji yang disulam dengan benang perak di bawah cahaya bulan, sebuah janji bahwa mereka tidak akan pernah benar-benar terpisah.
Ketika ramalan kuno mulai terbukti dan pedang mereka harus saling mengarah, siapakah yang akan menang?
Kutukan takdir yang menuntut darah, atau ikatan persaudaraan yang menolak menyerah?
"Jika suatu hari mereka berdiri di sisi yang berbeda... jangan biarkan pedang mereka saling mengarah."
All Rights Reserved