DI BALIK RIUH ALUR

DI BALIK RIUH ALUR

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
Bagi Bumi, Arka adalah jangkar. Sahabat sejak hari pertama kuliah yang selalu tahu cara meredam keteledorannya, yang selalu siap mengulurkan jaketnya saat hujan, dan yang selalu ada di baris paling depan untuk menjaganya. Bumi pikir, kenyamanan ini akan bertahan selamanya. Hubungan persahabatan yang aman tanpa risiko patah hati. Namun, bagi Arka, menjaga Bumi adalah sebuah kutukan manis. Dia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri-sebuah rahasia besar yang dia kunci rapat-rapat di balik sikap datarnya. Arka tahu batasnya. Dia tidak boleh melangkah lebih jauh jika tidak ingin kehilangan Bumi untuk selamanya. Hingga suatu sore di sebuah halte bus yang tampias, jarak di antara mereka terkikis. Ketika garis pembatas bernama 'sahabat' mulai terasa menyiksa, dan ada orang asing yang mencoba masuk, Bumi mulai merasakan letupan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dunia Arka meluluh, akankah Bumi tetap bertahan di zona nyamannya, atau justru ikut tenggelam dalam alur perasaan yang sama? "Satu langkah maju berarti gua bisa memilikinya, atau justru kehilangan dia seumur hidup." - Arka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELIAN ✓
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Auto Save!
  • Secret Relationship
  • desa kawitan [END]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELION (bl)

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines