*** Update setiap selasa, rabu dan kamis ***
Setahun berlalu sejak malam terakhir di lantai 40 Penthouse SCBD. Adrian Sinclair sudah kembali ke London, menjalankan hidupnya sebagai CEO yang dingin dan tidak tersentuh. Sementara itu, Alina kembali memakai seragam perawatnya, membaringkan kepala di dada suaminya, Dr. Samudra, setiap malam.
Ranjang mereka tetap panas, seks mereka tetap saling melahap, tapi di balik pintu tertutup, ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri: ada kursi kosong di antara mereka. Kehadiran dari suara berat yang pernah menyuruh Alina berlutut . Satu tatapan biru abu-abu yang pernah mengawasi setiap gerakan tubuhnya.
Hingga suatu malam, Alina melihat sosok yang tidak seharusnya ada di sana. Adrian Sinclair, berdiri tegak di ruangan suaminya dengan mengenakan setelan mahal. Dan di sampingnya, seorang wanita cantik berambut pirang yang dia perkenalkan dengan senyum paling polosnya.
"Alina, this is Roseline. My fiancée." Dunia Alina langsung berhenti berputar, Fiancée. Pria yang pernah membuatnya mengerang di bawah suaminya sendiri, kini punya wanita lain yang dia gandengnya di depan publik. Tapi yang Alina tidak tahu adalah Roseline merupakan adik kandung Adrian sendiri. Dan pria itu sengaja membawanya ke sini untuk permainan mereka selanjutnya.
Yang Alina juga tidak tahu? Malam sebelumnya, di ruang kerja tertutup di lantai paling atas rumah sakit itu, Samudra dan Adrian sudah duduk berhadapan, merencanakan segalanya hanya berdua saja. Samudra tersenyum, menyilangkan kakinya di meja kerjanya.
"So, what's the plan, Mate?" Adrian menyesap whisky-nya pelan, mata birunya tidak berkedip. "Kita buat dia cemburu. Lalu kita buat dia mohon."
Permainan baru dimulai, dan kali ini bukan di villa terpencil, bukan di apartemen mewah melainkan dirumah Adrian sendiri, di daerah perumahan mewah Jakarta.
All Rights Reserved