Bagi Ansera Seraphine Kaivandra, menaklukkan Malvin Kaelan Avery adalah proyek jangka panjang yang tidak mengenal kata menyerah. Setiap pagi, koridor SMA Garuda Nusantara menjadi saksi bisu kegigihan Ansera, menyodorkan kotak bekal buatan sendiri, ditolak mentah-mentah oleh sang Ketua OSIS yang sedingin es, lalu kembali besok paginya dengan menu baru.
Bagi Ansera, selama janur kuning belum melengkung, perjuangannya masih punya harapan.
Namun, benteng kepercayaan diri Ansera mulai goyah saat melihat Malvin, yang tidak pernah tersenyum di depannya, bisa tertawa lepas bersama Raya, sang Wakil Ketua OSIS yang cerdas. Diuji oleh kecemburuan dan huru-hara geng sahabat mereka yang ajaib, Ansera dipaksa menghadapi kenyataan.
Apakah kegigihan nekat Ansera mampu mencairkan gunung es di hati Malvin? Atau ia harus menerima konsekuensi bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan?
All Rights Reserved