Masa yang Tak Sempat Selesai

Masa yang Tak Sempat Selesai

  • WpView
    Membaca 230
  • WpVote
    Vote 145
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 4, 2026
Sinopsis Pada masa SMP, Alya diam-diam mengagumi seorang teman sekolah bernama Arga. Berbagai cara dilakukan Alya untuk menarik perhatian Arga, mulai dari mencari alasan untuk berbicara hingga ikut terlibat dalam kegiatan yang sama dengannya. Tanpa Alya ketahui, Arga ternyata telah menyimpan perasaan lebih dulu. Kedekatan mereka tumbuh perlahan hingga akhirnya Arga memberanikan diri menyatakan perasaannya. Bagi Alya, itu adalah hari yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun hubungan yang baru dimulai harus berakhir begitu cepat ketika sebuah gosip mengenai masa lalu Arga membuat Alya ragu. Dengan emosi dan pikiran yang masih labil, Alya menjauh tanpa pernah benar-benar mengucapkan perpisahan. Tahun-tahun berikutnya menjadi lebih rumit daripada yang Alya kira. Meski hubungan mereka telah berakhir, mereka tetap berada dalam lingkaran pertemanan yang sama. Setiap pertemuan, setiap tawa, dan setiap tatapan membuat Alya sadar bahwa perasaannya tidak pernah benar-benar hilang. Hingga kelulusan tiba, ada satu pertanyaan yang terus tersimpan dalam hatinya: apakah cinta pertama memang harus berakhir menjadi kenangan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#26
smp
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Villain Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • De Andere Weg (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan