HAMARI ADHURI KAHANI

HAMARI ADHURI KAHANI

  • WpView
    GELESEN 12
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Do., Juli 2, 2026
WpInfo
SACHBUCH
Autobiografie
[ HAMARI ADHURI KAHANI] Inspired by a true story author "Belum sampai bab bahagia, tapi semesta sudah menutup bukunya." --- Cahaya tidak pernah menyangka bahwa seseorang yang dikenal dingin oleh seluruh sekolah akan menjadi orang yang paling sering muncul dalam harinya. Farel. Kakak SMA yang pendiam. Sulit ditebak. Dan selalu terlihat tidak peduli pada siapa pun. Setidaknya sampai ia mengenal Cahaya. Sejak saat itu, Farel mulai muncul di setiap sudut dunianya. Di kolom komentar. Di obrolan grup. Di status media sosial. Di setiap percakapan yang bahkan bukan tentang dirinya. Seolah dunia memiliki satu aturan sederhana: > Jika Cahaya ada di sana, Farel akan muncul. Di tengah cemburu-cemburu kecil, candaan receh, dan janji-janji tentang masa depan, mereka percaya bahwa waktu masih panjang. Bahwa semua masalah akan berlalu. Bahwa luka akan sembuh. Bahwa suatu hari mereka akan bertemu. Bahwa suatu hari mereka akan menua bersama. Namun hidup tidak selalu memberi kesempatan untuk menyelesaikan cerita yang sedang berjalan. Karena terkadang... saat dua orang masih saling mencintai, saat mereka masih menyimpan banyak rencana, saat mereka masih memiliki begitu banyak kata "nanti", semesta memilih untuk menutup buku itu lebih dulu. Ini bukan kisah tentang cinta yang gagal karena berhenti mencintai. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak pernah sempat mencapai akhirnya. Tentang janji yang tidak sempat diwujudkan. Tentang seseorang yang pergi terlalu cepat. Dan tentang seseorang yang harus belajar hidup dengan halaman-halaman yang tidak pernah selesai ditulis. Hamari Adhuri Kahani Kisah kita yang belum selesai. ⚠️ Peringatan untuk pembaca: Novel ini mengandung cemburu gemas, kakak SMA dingin yang tiba-tiba jadi bucin, candaan receh yang bikin senyum-senyum sendiri, serta kemungkinan menangis diam-diam pada pukul 02.00 pagi. Author sudah menangis terlebih dahulu.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • JURAGAN DESA
  • Resensi buku What's so wrong about your self healing by Ardhi Mohamad
  • THE RED STRING OF SOULMATE
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • From Idol To Husband
  • Sisa Rasa di Ujung Luka.
  • MY BENCONG GUE (BL)
  • EDELWEISS
  • PERJODOHAN
  • SEPERTI PLANKTON

Debu jalanan desa yang berterbangan seiring langkah kaki Gendis seolah menyambut kepulangannya. Gadis itu menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma tanah basah dan jerami yang begitu kontras dengan bau knalpot serta pengapnya udara ibu kota. Kota metropolitan yang dulu menjanjikan impian besar, justru meremukkan mentalnya hingga ia memilih pulang ke pelukan sang ayah di desa. ​Dengan tinggi seratus lima puluh lima sentimeter, langkah Gendis tampak kecil namun mantap. Di balik balutan baju longgar yang dikenakannya, bentuk tubuhnya yang sintal tetap terlihat jelas-memiliki bokong yang padat berisi serta dada berukuran jumbo yang kontras dengan posturnya yang mungil. ​Wajahnya yang putih bersih dan menawan tertunduk lesu. Sebagai kembang desa yang dulu diagung-agungkan, sorot matanya kini menyiratkan lelah dan rasa malu yang mendalam.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien