Mission: Stay Alive (and Maybe Fall in Love)

Mission: Stay Alive (and Maybe Fall in Love)

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Action and Thriller
Mystery
Menjadi ninja bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi jika harus dipasangkan dengan seseorang yang paling menyebalkan di dunia. Setidaknya itu yang dipikirkan Cherie saat pertama kali bertemu Galen. Cherie adalah ninja berbakat yang terkenal karena kemampuan penyamaran, kelincahan, dan kebiasaannya membuat masalah ke mana pun ia pergi. Sedangkan Galen adalah kebalikannya. Tenang, disiplin, dingin, dan terlalu serius untuk ukuran manusia normal. Karena perintah atasan, mereka dipaksa menjadi partner dalam berbagai misi berbahaya. Mulai dari penyusupan, pertempuran, hingga penyamaran di Akademi Arclight yang menyimpan banyak rahasia. Namun semakin lama mereka bekerja sama, semakin sulit membedakan mana yang hanya bagian dari misi dan mana yang bukan. Di tengah misi mematikan, rahasia organisasi, dan musuh yang mengintai dari bayangan... Mereka hanya memiliki satu tujuan. Tetap hidup. Meski sayangnya... Jatuh cinta mungkin jauh lebih berbahaya.
All Rights Reserved
#350
foundfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines