Tuhan, bisakah aku pulang?

Tuhan, bisakah aku pulang?

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2026
Sore itu, angin taman bertiup lebih dingin dari biasanya, menyapu dedaunan kering di sekitar bangku kayu yang terkelupas. Di sana, Arhtur duduk menyendiri, menarik kedua lututnya rapat-rapat ke dada. Gerakan itu membuat kain jaket hoodie-nya yang longgar dan tipis sedikit tersingkap, memperlihatkan garis-garis samar berwarna keunguan dan kecoklatan di pergelangan tangannya bekas luka lama yang tumpang tindih dengan luka baru yang belum sepenuhnya kering. Ia tidak peduli pada dingin yang mulai menusuk tulang rusuknya yang menonjol. Artur menyembunyikan wajahnya di antara lipatan lengan, menolak menatap dunia luar yang terasa terlalu bising dan mengancam. Baginya, berada di sekitar manusia lain selalu memicu rasa cemas yang membuat dadanya sesak. Di tengah kesunyian yang merayap di bawah bayangan pohon, ia mengembuskan napas berat, lalu berbisik dengan suara yang teramat lirih, hampir habis ditelan desau angin. "Tuhan, bisakah aku pulang?" Kalimat itu meluncur begitu saja dari tenggorokannya yang kering. Getaran suaranya sarat akan rasa lelah yang teramat sangat jenis kelelahan yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan tidur semalam. Bagi Arhtur, kata 'pulang' tidak pernah merujuk pada bangunan beton tempat ibunya, Sitia, tinggal. Rumah itu adalah neraka yang dipenuhi aroma alkohol, makian kasar, dan hantaman benda tumpul yang meremukkan masa kecilnya. Saat jemarinya meremas kain jaket dengan begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih, Artur menatap langit sore yang kian menggelap. Pertanyaan itu menggantung kosong di udara. Ia sedang memohon sebuah akhir entah itu akhir yang berarti ia dibebaskan dari raga yang penuh luka ini untuk kembali pada Penciptanya, ataukah akhir dari pelarian panjangnya demi menemukan satu sudut di bumi yang benar-benar bisa ia sebut sebagai tempat berlindung. pembuatan: Kamis, 25 juni 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SALAZKA-END✓
  • Love Again [Suho x Eunji] ✔️
  • CALISTA [COMPLETED]
  • Nala dan Mas Juragan
  • SASA
  • SENJA DI BANGKU BELAKANG
  • ATHALA
  • ARZA
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Rasa yang Tak Seharusnya [COMPLETED]

[REVISI TIPIS TIPIS] -• Lo dan gue dipertemukan karna ketidaksengajaan dan diperdekatkan karna keperdulian -azka. Lo dan gue diperdekatkan karna keperdulian dan terpisahkan karna ketidakpercayaan -salya. A journey of love salazka 🤴👸 Question : kira kira bagaimana ya? Cara mereka berdua agar bisa saling percaya? dan tidak ada kata kebencian yang terucap? You want know? come on! in read story it. best qoute in dialog or paragraf by @adii_rnsyh Note : "tidak ada unsur perkenalan semuanya mengalir seperti air" [Revisi Setelah Ending] -•

More details
WpActionLinkContent Guidelines