Sedih Tak Berujung

Sedih Tak Berujung

  • WpView
    Dibaca 444
  • WpVote
    Vote 27
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 22, 2026
WpInfo
Fiksi
Tema Sosial
Ayahnya dan Galendra memang sangat terluka karena kehilangan Soraya. Namun, Jenandra kehilangan lebih dari itu. Di saat ia masih belum percaya bahwa bundanya telah tiada, pendengarannya pun ikut tiada. Selama ini, Jenan selalu memaklumi perlakuan mereka terhadap dirinya atas nama duka. Namun, siapa yang akan memaklumi lukanya? Lalu, mengapa Tuhan masih membiarkannya bernapas di dunia yang kejam ini? _____ ‎"Tapi kalo emang kematian Jenan yang paling Kakak tunggu. Jenan harap tuhan cepat-cepat ambil Jenan biar Kakak bahagia. Karena sekarang Jenan udah nggak punya tujuan hidup lagi, selain lihat Kakak bahagia." -Jenandra ‎ ‎"Gue tunggu. Gue tunggu tuhan ambil lo dari dunia secepatnya." -Galendra ======================================= 💌 >Pure ide sendiri. >Jika ada kesamaan nama tokoh harap maklumi >Jika ada tulisan cerita-ku plek ketiplek dengan cerita yang sudah publish duluan harap kabari >Jangan plagiat!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#216
diabaikan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arshaka Heizen Lergan
  • Lintang Bintang [ON GOING]
  • Si Kembar (END)
  • Cerpen Suka-suka
  • SOLACE
  • |✔| Secarik Kertas Buram
  • NAKULA [On Going]
  • [Don't] Leave Me Alone | Revisi
  • Wardhana Triplets
  • Aku tau aku tak berguna

Ini tentang Arshaka Heizen Lergan. "Hidup tanpa arah itu seperti berjalan di tengah kabut tebal, ngga tahu langkah berikutnya menuju ke mana. Setiap hari terasa sama, berat dan kosong, tapi nggak ada tempat untuk berhenti atau pulang. Hal-hal yang dulu bikin bahagia sekarang cuma bayangan samar yang bahkan nggak bisa disentuh lagi." "Hidup tanpa arah itu rasanya kayak hanyut di laut tanpa tahu di mana pantai. Ada saatnya kepalaku penuh dengan suara-suara, tapi semuanya hening waktu aku coba dengarkan. Rasanya seperti tenggelam perlahan, tapi ngga ada yang datang untuk menarikku ke permukaan. Aku cuma bisa diam, menunggu sesuatu yang mungkin ngga pernah ada." ☆☆☆☆ "Gua ngga pernah minta bantuan orang lain. Kata ayah 'jadi anak jangan menyusahkan siapapun' maka dari itu. gua milih hilang ketika gua lagi kacau dan kembali lagi ketika gua merasa baik" "Gua bukannya ngga mau ngelawan, bukan juga pasrah atas kekalahan. Kata mamah 'Kalau kamu disakitin sama orang-orang, sebisa mungkin kamu jangan membalasnya ya? kalau kita baik sama orang. Besok orang juga akan baik sama kita'." ☆☆☆☆ "Hidup sama ayah emang sakit. Tapi kalau ngga sama ayah, sama siapa?" TIKTOK: @.coklattt

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan