Candle Line

Candle Line

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
hallo semuanya, ini bukan karya pertama aku, tapi ini karya pertama yang aku publikasikan. ini cerita pure karangan aku sendiri, kalau ada kesamaan nama tokoh, atau alur cerita, dengan novel yang lain itu benar benar atas dasar ketidaksengajaan dan ketidaktahuan. Happy reading all 🥀🥀🥀 Katanya Elara pindah ke Jakarta demi masa depan yang lebih baik. Bohong. Dia pindah karena satu janji di depan pusara Regan: "Gue bakal cari tau kebenarannya, Bang." Dulu, kecelakaan itu ngelibatin mereka berdua. Regan nggak selamat. Elara selamat... tapi dengan luka dan rasa bersalah yang nggak pernah sembuh. Sekarang dia nyembunyiin diri di balik kacamata tebel dan buku novel romance. Padahal dalemnya dia cewe Gothik yang tiap malam mukul samsak, ngelampiasin amarah ke dunia. Rencananya sempurna... sampai Jakarta ngasih dia dua masalah: Elvano, cowok dingin dengan aura dominan yang tatapannya lebih tajam dari pisau. Dan Kael, sahabat dari Bandung yang ikut pindah "demi dia". Satu mungkin bisa bantu dia nepatin janji itu. Satu lagi... mungkin alasan kenapa Regan harus mati. Tapi Elara sadar: kalo kebenaran yang dia cari ternyata nyakitin dia sendiri... apakah dia bakalan siap nerimanya? 🥀🥀🥀
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines