TITIK NADIR

TITIK NADIR

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 30, 2026
Fattah Danendra dan Aqeela Wulandari adalah dua insan yang saling mencintai dengan tulus. Bagi Fattah, Aqeela adalah rumah tempat ia pulang setelah lelah menghadapi dunia. Begitu pula bagi Aqeela, Fattah adalah sosok yang selalu mampu membuatnya percaya bahwa cinta sejati benar-benar ada. Bertahun-tahun mereka berjuang mempertahankan hubungan yang dibangun dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan kesetiaan. Mereka percaya bahwa selama saling mencintai, tidak ada yang mampu memisahkan mereka. Namun kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Perbedaan pandangan dan penolakan dari kedua keluarga perlahan menjadi tembok besar yang sulit dihancurkan. Meski telah berusaha meyakinkan orang tua masing-masing, restu yang mereka impikan tak kunjung datang. Di antara cinta dan bakti kepada keluarga, Fattah dan Aqeela berada di persimpangan yang menyakitkan. Pada akhirnya, mereka dipaksa melepaskan satu sama lain. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena keadaan yang tak mampu mereka lawan. Waktu membawa mereka ke jalan yang berbeda, mempertemukan mereka dengan orang-orang baru yang perlahan mengisi kekosongan di hati masing-masing. Namun, melupakan seseorang yang pernah menjadi seluruh dunia bukanlah perkara mudah. Saat kehidupan mulai berjalan dengan arah yang baru, kenangan tentang cinta yang pernah diperjuangkan mati-matian masih tersimpan rapi di sudut hati mereka. Akankah Fattah dan Aqeela benar-benar menemukan kebahagiaan bersama orang lain? Ataukah takdir masih menyimpan kesempatan untuk mempertemukan dua hati yang sejak awal diciptakan untuk saling mencintai? Karena terkadang, perpisahan bukan terjadi karena cinta yang berakhir, melainkan karena takdir yang belum mengizinkan dua hati untuk bersatu. MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN NAMA TEMPAT LATAR ITU KARENA TIDAK DISENGAJA NO PLAGIAT INI MURNI PEMIKIRAN SENDIRI!!!
All Rights Reserved
#161
konflik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines