Bagi sebagian orang, sekolah adalah tempat menuntut ilmu. Namun bagi Alzhandra Alankara, sekolah adalah satu-satunya tempat yang bisa ia sebut rumah."
Selama dua tahun, Alzhandra Alankara menjalani kehidupan yang tak pernah diketahui siapa pun. Saat teman-temannya pulang untuk berkumpul bersama keluarga, ia justru melangkah menuju sebuah gudang tua di belakang sekolah. Di antara tumpukan meja rusak, kardus usang, dan cahaya lampu yang redup, ia bertahan hidup sambil menyimpan satu mimpi: lulus sekolah dan mengubah nasibnya.
Setiap pagi, ia bangun sebelum matahari terbit, merapikan "kamarnya", mencuci wajah di wastafel sekolah, lalu duduk di bangku kelas seolah hidupnya baik-baik saja.
Tidak ada yang tahu.
Tidak ada yang bertanya.
Hingga Farisha Anyyara mulai menyadari kejanggalan dalam kehidupan Alzhandra. Rasa penasaran membawanya pada sebuah rahasia yang selama ini tersembunyi rapat-rahasia yang akan mengubah hidup Alzhandra, para guru, dan seluruh sekolah.
Seberapa kuat seseorang mampu bertahan dalam diam? Dan apakah menerima bantuan berarti kehilangan harga diri?
Karena terkadang, rumah bukanlah tempat yang paling nyaman. Rumah adalah tempat yang membuatmu tetap memiliki harapan untuk bertahan hidup.
"Gudang yang Menjadi Rumah" adalah kisah tentang perjuangan, harga diri, persahabatan, dan harapan yang tetap menyala, bahkan di tempat yang paling sunyi.
Todos os Direitos Reservados