A&B
Di umurnya yang hampir menginjak kepala empat, hidup Basutama Pangestu Ganeshwara bisa dibilang sudah kelewat mapan. Jabatan mentereng sebagai diplomat, koneksi politik di mana-mana, dan penampilannya membuat orang lain segan. Kurangnya hanya satu: dia masih nyaman sendiri tanpa ada tanda-tanda mau mencari istri. Pria itu selalu berdalih tidak ingin memiliki pendamping yang matre, yang mendekatinya hanya demi uang.
Di matanya, perempuan cenderung merepotkan, berisik, dan penuh kepalsuan.
Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan malam itu membawa Basutama ke rumah sakit. Di koridor yang bising, dia sempat berpapasan dengan seorang dokter. Detik itu juga, ada tatapan mata yang sempat terkunci antara sepasang mata gelap miliknya dan sepasang mata berwarna cokelat emas yang sangat indah milik sang dokter. Pertemuan yang sangat singkat, yang seharusnya terlupakan begitu saja, karena sang dokter bukan bagian dari tim medis yang menangani lukanya.
Basutama pun awalnya hanya menganggap hal tersebut sebagai kebetulan belaka tanpa merasakan perasaan apa pun.Tapi anehnya, takdir seolah sengaja bermain-main. Sejak hari itu, mendadak mereka sering bertemu kembali di tempat-tempat yang tak terduga. Pertemuan demi pertemuan yang terjadi tidak langsung intens, melainkan mengalir tipis di waktu dan tempat yang pantas, yang pelan-pelan membuat arah hidup mereka berubah.
Akankah frekuensi kebetulan yang terus berulang ini mampu meruntuhkan benteng di hati Basutama? Ataukah ini semua hanya sekadar interaksi lewat yang akan menguap begitu saja? Bagaimanakah kedepannya kelanjutan hubungan mereka?
All Rights Reserved