Badgirl VS Crazy Mafia ( 21+)

Badgirl VS Crazy Mafia ( 21+)

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Apa jadinya jika seorang gadis yang hanya terobsesi dengan pengakuan keluarga dan ingin menunjukkan pada keluarganya kalau ia bisa hidup dengan keinginannya sendiri. Harus terjebak ke dalam hidup seorang laki-laki yang belum pernah selesai dengan kekasihnya. Ini tentang Anastasya dan Atlas. Dua manusia yang selalu memiliki jalan pikiran berbeda. Hanya karena satu malam panas itu, Atlas begitu terobsesi untuk memiliki Anastasya. Sedangkan Anastasya, ia sangat tidak perduli dengan malam panas itu karena baginya itu hanya sebuah kecelakaan tidak sengaja. Sejak malam itu, semuanya menjadi kacau, hidup Anastasya tidak pernah tenang, fokusnya untuk di akui di dalam keluarganya menjadi terpecah hanya karena Atlas yang terus mengusik dirinya. Atlas yang memaksa untuk terus masuk ke dalam hidup Anastasya dan begitu terobsesi dengan wanita itu. Hingga akhirnya membawa Anastasya jauh melalang buana pada yang seharusnya tidak terjadi. Sesuatu yang seharusnya Anastasya tidak rasakan, ia merasakan. Jatuh cinta pada Atlas. Adalah sesuatu kesalahan besar yang membawanya pada sebuah bencana besar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines