We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
THANK YOU ALASKA

THANK YOU ALASKA

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Second Chance
Friends to Lovers
Slice of Life
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Kesendirian, kesepian, trauma, masa lalu. Angin berderu pelan, rambut ikal itu tersibak naik karenanya. Mata Alaska mengernyit ketika diujung sana ada gadis berdiri lesu yang mengingatkannya kepada seseorang, masih terukir jelas dalam ingatannya. Alaska berjalan mendekat, menghampiri yang ada diujung. "Mau ngapain lo? Turun." Alaska bicara dingin. Gadis yang mendengar itu tidak sesentipun menoleh kearah suara yang mengajaknya bicara, diam membisu. "Mau mati lo?" sekali lagi Alaska mengajaknya bicara. "Bukan urusan lo, pergi." balasnya singkat. "Kalau mau mati, gue ikut." "Bodoh," dengus gadis itu. Alaska terdiam, tubuhnya membeku ditempat. Kini angin malam mulai berdatangan, memburu tubuh remaja itu. Ingatannya tertuju pada satu momen yang hampir mirip dengan apa yang sedang dia lakukan. Deja vu. "Gue rasa, gue kenal lo." "Gue gak peduli," Tukasnya. Gadis itu membalikan badan, menatap sinis Alaska yang dari tadi berdiri dibelakangnya. Tangannya melipat dipinggang, rambut panjangnya berantakan tertiup angin malam. "Gue gak peduli sama lo, Alaska. Siklus hidup gue itu dilahirin paksa, hidup, terus nanti mati. Gue enggak mencari kematian, gue cuma mau nunggu kematian itu datang." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  Dark Secret (Re-upload)
  • Aksara Lingga
  • Hai Darrel [END]
  • Goodbye Alaska [END]
  • Truth or Dare
  • Pasutri Seratus Senti
  • Cerita Setelah Luka (Garis Luka 2)
  • ICE CREAM
  • ✔ CALVIN (selesai)
  • Restart Love

"Sampai mati gue bakalan benci sama lo!" "Gue gak pernah punya abang bejat kaya lo!" "Gue benci banget sama lo!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines