[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA]
Kesendirian, kesepian, trauma, masa lalu.
Angin berderu pelan, rambut ikal itu tersibak naik karenanya. Mata Alaska mengernyit ketika diujung sana ada gadis berdiri lesu yang mengingatkannya kepada seseorang, masih terukir jelas dalam ingatannya. Alaska berjalan mendekat, menghampiri yang ada diujung.
"Mau ngapain lo? Turun." Alaska bicara dingin.
Gadis yang mendengar itu tidak sesentipun menoleh kearah suara yang mengajaknya bicara, diam membisu.
"Mau mati lo?" sekali lagi Alaska mengajaknya bicara.
"Bukan urusan lo, pergi." balasnya singkat.
"Kalau mau mati, gue ikut."
"Bodoh," dengus gadis itu.
Alaska terdiam, tubuhnya membeku ditempat. Kini angin malam mulai berdatangan, memburu tubuh remaja itu. Ingatannya tertuju pada satu momen yang hampir mirip dengan apa yang sedang dia lakukan. Deja vu.
"Gue rasa, gue kenal lo."
"Gue gak peduli," Tukasnya. Gadis itu membalikan badan, menatap sinis Alaska yang dari tadi berdiri dibelakangnya. Tangannya melipat dipinggang, rambut panjangnya berantakan tertiup angin malam.
"Gue gak peduli sama lo, Alaska. Siklus hidup gue itu dilahirin paksa, hidup, terus nanti mati. Gue enggak mencari kematian, gue cuma mau nunggu kematian itu datang."
"Sampai jumpa di alam baka, Alaska."
All Rights Reserved