Bumi Jati Smaralaya (JossGawin)
"Di tanah yang kokoh, cinta tidak butuh kesamaan darah untuk menemukan rumah, dan tidak butuh bahasa yang sama untuk saling memuja."
Di bawah naungan pilar-pilar jati rumah joglo milik Raden Mas Jatmiko Wisanggeni, sebuah keajaiban ditemukan di antara semak belukar hutan yang sunyi. Seorang bocah Belanda berambut emas dan bermata biru jernih telantar, menggigil ketakutan. Bagi Gendis Prawira, bocah itu Julien Van Der Meer adalah jawaban atas doa-doa sepinya tentang kehadiran seorang anak.
Namun, mencintai Julien bukanlah perkara mudah. Jatmiko, yang didera ketakutan akan patroli militer Belanda dan keselamatan rumah tangganya, sempat memilih untuk melepas Julien. Sebuah keputusan yang nyaris menghancurkan hatinya dan Gendis. Kebohongan demi kebohongan sempat tercipta, membawa Gendis pada titik nadir hingga ia siap meninggalkan Jatmiko jika Julien tak kembali ke pelukannya.
Setelah badai keraguan itu mereda, Jatmiko akhirnya membawa pulang Julien, menebus luka dengan janji untuk menjadi pelindung sejati. Kini, di tanah Jawa yang hangat, Julien tumbuh menjadi putra kesayangan yang belajar berbagai macam hal. Di bawah atap joglo itu, Julien membuktikan bahwa kasih sayang tidak butuh kesamaan darah untuk menemukan jalan pulang.
//
Written by Faysaluna