Tempat Bernama (Pulang)

Tempat Bernama (Pulang)

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2026
"Beberapa bagian dalam novel ini terinspirasi dari pengalaman nyata. Nama, tokoh, dan beberapa peristiwa telah diubah untuk menjaga privasi, tetapi setiap emosi yang tertulis lahir dari perjalanan yang pernah benar-benar dirasakan." . . . . Rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk pulang. Namun, bagi Aruna, rumah adalah tempat yang paling ingin ia tinggalkan. Di tengah pertengkaran yang tak pernah benar-benar usai, Aruna tumbuh dengan keyakinan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan di luar rumah. Ia mengejar cinta, berharap ada seseorang yang mampu mengisi kekosongan di hatinya. Namun, yang ia temukan justru luka baru dan kenyataan bahwa tidak semua yang terasa seperti cinta akan membawa kebahagiaan. Ketika hidup memaksanya berhenti berlari, Aruna mulai menyadari bahwa perjalanan terpenting bukanlah mencari seseorang untuk menyelamatkannya, melainkan menemukan jalan pulang kepada diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar
  • Transmigrasi Gio End
  • Transmigrasi Little Mommy
  • Teman Kecilku
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Stressed.
  • the protective myhusband
  • Mas Masinis
  • Daddy's Little Sunshine
  • One Shot 21+
Laskar

Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Levi dan Aralie dengan tiga anak misterius yang mengaku sebagai anak mereka: Rachel, Mikhail, dan Intan. Kehadiran ketiganya membawa banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mulai dari kedekatan mereka dengan Levi dan Aralie, kebiasaan-kebiasaan yang terasa begitu akrab, hingga sikap mereka yang menyimpan kesedihan di balik senyum polosnya. "Ternyata seseorang bisa begitu berarti, bahkan sebelum aku sempat menyadari kalau aku membutuhkannya." - Aralie Abigail Maheswara - "Aku tidak pernah menyesali memilih kalian. Yang aku sesali hanya tidak pernah cukup berani menunjukkan betapa aku mencintai kalian." - Michael Levian Laskar -

More details
WpActionLinkContent Guidelines