[BL] Selamat Datang di Nightmare Live

[BL] Selamat Datang di Nightmare Live

  • WpView
    Membaca 5,982
  • WpVote
    Vote 83
  • WpPart
    Bab 51
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 29, 2026
Sinopsis ada di dalam novel!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
terjemahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kelahiran Kembali Si Serigala Kecil Berselimut Sutra
  • [END] Retirement Life
  • si "otak cinta" terbangun dan menjadi terkenal di variety show anak. END
  • Tuan Muda Jahat Menjadi Kesayangan Setelah Pikirannya Terbaca
  • [BL•END] After All Hope Lost, He Finally Loved Me
  • Setelah angsa dan penjahat muncul di acara variety show pernikahan, sangat lucu!
  • Membawa Mal Bertransmigrasi ke dalam Novel Bertani yang Baru Saja Dibaca
  • Sayang Sekali Guru Meninggal Terlalu Cepat
  • Pemain esports

Demi kasih sayang ibu yang tidak pernah ia dapatkan, Shu Ning rela melakukan apa saja-termasuk menjadi anak penurut dan menjebak kakak tirinya, Shu Heng. Namun, pengabdiannya berakhir tragis. Ia dikhianati oleh ibunya sendiri, dicampakkan kekasih, dan dibiarkan membusuk di penjara. Di detik kematiannya, Shu Ning baru menyadari sebuah kenyataan pahit: satu-satunya orang yang diam-diam melindunginya selama ini adalah Shu Heng, kakak yang selalu ia anggap musuh. Mendapat kesempatan hidup kedua, Shu Ning terbangun di masa SMP. Ia bertekad tidak akan lagi menjadi boneka ibunya. Dengan modal ingatan dari masa depan, ia mulai membangun kekayaan secara rahasia sambil tetap berpura-pura menjadi tuan muda yang malas dan gemar bersenang-senang. Fokus utamanya kini hanya satu: membalas kebaikan Shu Heng dan menjadi adik yang berbakti. Namun, rencananya mulai melenceng. Shu Heng yang dikenal dingin, kaku, dan fobia kuman justru berubah menjadi sangat posesif. Sang kakak mulai menempel padanya, meminta tidur bersama, hingga memberikan ciuman selamat pagi yang terasa "tidak biasa". Shu Ning pun mulai bertanya-tanya: apakah ia terlalu berhasil menjinakkan kakaknya, sampai-sampai Shu Heng tidak lagi menganggapnya sebagai seorang adik?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan